Stress Menjadi Newmom? Inilah Tips Mudah Untuk Tetap Menjaga Kesehatan Mental IRT!

Bekerja sebagai apa? Dirumah hanya sebagai ibu rumah tangga. Pertanyaan dan jawaban itu masih sering terdengar di masyarakat secara luas. Perlu digarisbawahi bahwa ibu rumah tangga itu merupakan sebuah pekerjaan yang sangat menguras tenaga. Jika ada pilihan tentu banyak ibu yang menginginkan tetap berkarir tanpa harus memikirkan anak, suami ataupun pekerjaan rumah yang tidak pernah ada habisnya. Inilah kenapa sebagai ibu rumah tangga sering sekali mengalami kesehatan mental  yang kurang baik. Seperti apa kondisi tersebut, simak berikut ini!

Mental health seorang ibu itu menjadi hal utama yang harus dijaga baik, tidak bisa dibayangkan jika hal itu diderita oleh banyak ibu. Bukan hanya masalah keluarga yang semakin banyak namun juga akan muncul berbagai permasalahan lain karena pengatur mengalami sakit. Apalagi ibu baru merupakan kelompok paling rentan terserang masalah mental tersebut. Tidak jarang diagnose dokter lanjutan seorang ibu bisa depresi bahkan stress berat dengan segala aktivitas dan perlakuan yang dialami dirumah.

Pekerjaan IRT itu tidak ada habisnya, tidak ada gajinya, tidak ada uang lemburnya, tidak ada hari liburnya, dan tidak ada cutinya. Mulai dari pekerjaan domestik merawat anak, membersihkan rumah, sampai dengan memasak secara berulang itu simpel namun tidak ada habisnya. Faktor itulah yang menjadi penyebab utama kesehatan atas mental seorang ibu terancam. Melakukan pekerjaan secara berulang, tidak ada habisnya, tidak ada rekannya bahkan untuk sekedar mengeluh atau bercerita. Ditambah lagi pasangan hidup yang ternyata tidak sesuai seperti segala hal harus dilakukan sendiri, sudah menjadi jaminan kesehatan ibu terancam.

Ibu yang menjadi fondasi utama dalam sebuah rumah harus diperhatikan dengan baik, untuk meminimalisir kemungkinan buruk terserang masalah mental. Ibu rumah tangga bisa mengatur beberapa cara seperti:

1. Membuat jadwal teratur harian.

Dengan memulai dengan jadwal tentu akan lebih terarah dan tidak kebingungan, mulai dari pagi bangun sampai dengan tidur lagi. Karena pekerjaan konsisten jadi lebih mudah pengaturannya, namun yang sering meresahkan itu anak dibawah usia. Dengan kemauan yang masih kurang jelas dan jadwal yang belum teratur baik antara main, makan, minum, buang air, sampai dengan tidur.

2. Pastikan istirahat cukup.

Jika malam seorang ibu rumah tangga begadang karena anak rewel atau pekerjaan yang memang tidak selesai-selesai. Bisa dipastikan pagi hari akan ada singa beranak dirumah, dimana emosi seorang ibu lebih tidak stabil. Bahkan penyakit kesehatan mental juga semakin rentan dialami.

3. Tetap berikan waktu me time.

Setiap orang perlu adanya me time, dimana waktu khusus untuk melakukan segala hal yang diinginkan dan lepas dari perkara pekerjaan rumah tangga. Ini penting apalagi perlu komunikasi dengan pasangan yang bisa digantikan tugasnya ibu rumah tangga. Tidak perlu semua, minimal menjaga anak dan membersihkan rumah.

4. Healing.

Hampir sama dengan me time namun ini lebih ke aktivitas jalan-jalan keluar rumah liburan bersama keluarga ataupun sendiri. Penyegaran pikiran, penambahan imunitas dan segala pembaharuan dalam tubuh bisa dilakukan.

Pada dasarnya segala keribetan dalam rumah yang dilakukan seorang ibu itu tidak akan berefek pada kesehatan mental selagi segalanya mendukung. Misalnya orang tua mendukung terutama mengenai pasangan yang sangat penting. Bukan hanya komunikasi setiap hari dengan mengeluhkan pekerjaan masing-masing, namun berbagai tugas dengan istri juga penting. Jangan anggap suami hanya fokus mencari nafkah segala pekerjaan dirumah hanyalah tugas istri. Jika sudah ada pasangan memiliki pemikiran yang demikian, bisa menjadi jaminan mental ibu dipertaruhkan.